13 January 2010
Perjalanan dimulai dari kota kecil bernama Duri, kota kecamatan yang terletak di Kabupaten Mandau, Riau. Bus interdistrik milik perusahaan menjadi media saya ke Pekanbaru, perjalanan ditempuh sekitar 3 jam. Setibanya di bandara Sultan Syarif Kasim II (SSK II), saya memiliki waktu sekitar 1.5 jam sebelum take off, ternyata penerbangan mengalami penundaan sekitar 1 jam, sehingga saya harus menunggu selama 2.5 jam.
Bandara SSK II merupakan bandara menengah yang menurut saya sudah tidak sanggup menampung jumlah penumpang yang ada, apalagi kalau beberapa penerbangan mengalami penundaan. Ruang boarding yang notabene seharusnya bebas dari asap rokok dan memberikan kenyamanan bagi calon penumpang juga jauh dari harapan. Memang sih, merokok hanya diperbolehkan di tempat makan, mereka biasanya menyediakan exhaust fan, tapi tetap saja tidak mendukung untuk menghisap asap. Situasi yang jauh berbeda dengan Bandara Hang Nadim Batam (kalau dibandingkan dengan Changi, sudah tidak relevan lagi, hehehe…). Saat ini bandara SSK II sedang membangun terminal baru yang lebih besar.
Penerbangan Pekanbaru ke Batam ditempuh selama kurang lebih 50 menit, sebenarnya menurut saya bisa lebih cepat, namun mendekati pulau Batam pesawat harus mengikuti jalur pendaratan yang sedikit berbelok-belok, jadi kecepatan pun berkurang. Suasana bandara Hang Nadim berbeda dengan SSK II, lebih besar dan lebih bersih.
Di bandara ini ada 3 hal yang perlu saya lakukan, mengambil uang ke ATM, menukar uang, dan membeli tiket ferry. ATM terletak diluar terminal kedatangan, sedangkan money changer dan penjualan tiket ada di dalam, jadi sedikit keluar usaha ekstra, ambil duit diluar, terus balik lagi kedalam. Satu hal yang ingin saya sarankan adalah, belilah tiket ferry itu dengan Singapore Dollar, harga untuk tiket Batam Fast adalah 18 SGD/pp. Kalau kita beli dengan rupiah menjadi 125rb, padahal 18 SGD itu cuma Rp 120,600 (kurs 1 SGD = Rp 6,700), ya beda sedikit sih, tapi kan lumayan juga buat bayar yang lain.
Tiket Ferry tadi bisa digunakan dari berbagai pelabuhan di Batam, tapi untuk trip kali ini saya ke Batam Centre, karena menurut saya paling dekat dari Bandara. Oh iya, beli tiket ferry di Hang Nadim lebih murah 2 SGD ketimbang di Batam Centre. Taxi tersedia di depan terminal, dengan tarif yang sudah ditentukan yaitu Rp 70,000. Perjalanan ditempuh selama kurang lebih 20 menit. Gaya menyetir supir taksi Batam, mirip-mirip dengan taksi Pekanbaru, hehehe…
Tiba di Batam Centre, langsung saja naik ke lantai 2 dan cari counter Batam Fast, lihat ferry dengan jam keberangkatan paling dekat, kemudian serahkan paspor, KTP, tiket yang sudah dibeli, dan kartu NPWP (kalau ada). Petugasnya akan mengisikan kartu keberangkatan/kedatangan, dan memberikan boarding pass. Bayarlah 7 SGD untuk terminal fee disini. Kemudian, silahkan masuk ke ruang tunggu melalui pengecekan bagian imigrasi, standar seperti di bandara lah…
Perjalanan menggunakan ferry sekitar 70 menit, kadang menunggu antrian ferry yang akan merapat di Harbour Front. Setibanya di Harbour Front, kita masuk ke bagian imigrasi dengan antrian All Passport, disini akan ditanya mengenai maksud kedatangan, tempat tinggal, dan pertanyaan-pertanyaan lain. Nah, selanjutnya kita akan melewati mesin X-Ray, buat yang bawa rokok harap di declare, dan bawalah rokok yang sudah dibuka. Rokok yang masih tertutup dan bukan produk duty free akan dikenakan charge, saya tidak tahu pasti berapa chargenya tapi sekitar 10 SGD mungkin, karena harga rokok yang dijual bebas adalah sekitar 11-12 SGD.
Keluar dari pelabuhan kita bisa memilih apakah akan jalan-jalan dulu di Vivo City, mall yang bersebelahan dengan pelabuhan. Kemudian juga bisa lanjut ke Sentosa Island, melihat atraksi-atraksi yang ada disana seperti Song Of The Sea. Selain itu kita bisa langsung ke tempat lain menggunakan MRT, stasiun MRT ini terletak di bawah pertokoan Harbour Front.
Info mengenai MRT bisa check di http://www.smrt.com.sg/trains/network_map.asp
Ada beberapa cara untuk menggunakan MRT,
- Membeli single ticket di GTM (General Ticketing Machine), dengan cara memilih tujuan pada layarnya, kemudian kita masukkan uang sebesar yang diminta, mesin ini bisa membaca uang kertas dengan pecahan 2 SGD, dan juga tentunya koin. Kita akan diberi kartu seperti kartu ATM, kartu ini dapat di refund sebesar 1 SGD, jadi ketika kita memesan single ticket tadi akan dikenakan charge tambahan sebesar 1 SGD.
- Membeli EZ-Link ticket di ticketing office, senilai 15 SGD, dengan rincian 3 SGD refundable, 5 SGD non-refundable, dan 7 SGD adalah credit yang dapat digunakan. Kartu ini dapat di top up ketika habis, kemudian dapat digunakan pada MRT dan bus-bus SBS maupun SMRT, juga bisa untuk Sentosa Express.
- Membeli Singapore Tourist Pass (STP) di ticketing office, senilai 10 SGD deposit (refundable), dan 8 SGD perhari dengan pemakaian tak terbatas, STP dapat dibeli untuk 1-3 hari. Misalkan kita berencana menggunakan untuk 3 hari, maka total yang perlu dibayar adalah 34 SGD.
Jika kita memang berencana banyak menggunakan transportasi umum, maka STP adalah pilihan yang menarik, dengan 8 SGD sudah dapat pemakaian unlimited. Tetapi jika tidak terlalu banyak mondar-mandir, maka bisa menggunakan EZ-Link.
Untuk ketiga pilihan diatas, kita tinggal menempelkan kartu tersebut pada pintu masuk dan keluar dari MRT maupun bus, nilai kredit kita secara otomatis akan berkurang. Biar tidak ribet, saya menaruh kartu STP milik saya di selipan sarung HP, masih bisa dibaca di mesinnya.
Oh iya, sedikit pesan,
- Dilarang makan, minum di stasiun maupun di MRT, kamera siap mengawasi anda
- Dilarang makan permen karet maupun membuang sampah sembarangan
- Jangan meninggalkan barang sembarangan, bisa dikira barang berbahaya, Negara ini sangat aware terhadap keamanan publik.
- Bacalah setiap petunjuk arah, stasiun MRT sangat informative dalam membantu orang-orang awam.
- Bawalah peta MRT sebelum pergi, bisa berbentuk hardcopy maupun soft copy sehingga bisa ditaruh di HP.
- Hindari duduk di Priority Seat pada MRT, gunakan jika memang benar-benar tidak ada yang membutuhkan.
Sekian cerita hari pertama, kita lanjutkan lagi besok









